Tim voli Putra Podenura kalah dramatis 3- 2 saat berhadapan dengan tim voli putra Ulupulu pada babak Semifinal ,Selasa (09/08/2022) di lapangan Kepabiu Nangaroro.Kekalahan ini mengubur mimpi tim Putra Podenura tampil di babak Final memperebutkan posisi pertama.Tim Podenura masih akan bertanding memperebutkan tempat ketiga pada kompetisi ini.
Tampil dengan sebelas pemain asli Podenura tanpa pemain bayaran dari luar desa atau luar kecamatan tim Podenura berhasil meladeni perlawanan tim Ulupulu pada pertandingan babak Semifinal ini.Pada laga ini Tim voli Putra menurunkan Fizam, Albar, Alan ,Zul ,Yudit, Anggi, Ansel ,Rinto, Damasus,Zul serta Aris
Pada awal game pertama tim Podenura sedikit kwalahan meladeni tim putra Ulupulu.Tim Ulupulu yang lebih siap memulai laga berhasil merebut game pertama dengan kemenangan
Tim Putra Podenura kembali bangkit pada game kedua dan ketiga.Pada dua game ini kemenangan menjadi milik tim Podenura
Pada Game ke empat tim Podenura sudah tampil baik di awal namun sempat kehilangan konsentrasi sehingga Ulupulu bangkit merebut game keempat
Kedudukan imbang 2 - 2 dilanjutkan game kelima.Tim Podenura sedikit mengalami masalah pada Setter yang menderita cedera pada jari.Albar yang berposisi sebagai setter sempat digantikan pada pertengahan game ke empat dan kembali masuk pada awal game ke lima.
Tim Ulupulu terus menjauh perolehan angka pada game kelima .Sempat ada upaya mengejar ketertinggalan sampai dengan point 10 namun tim Ulupulu berhasil mempertahankan keunggulan dan menutup game kelima dengan kemenangan. Laga pun ditutup dengan kemenangan tim Ulupulu 3 - 2.Tim Podenura harus puas memperebutkan posisi ketiga pada kompetisi ini
Setelah pertandingan tampak kesedihan pada para pemain.Pelatih serta oficial terus memberikan semangat kepada para pemain.Kepala Podenura yang hadir mendampingi tim Putra menyatakan kebanggaan tim Putra Podenura bisa tembus sampai babak Semifinal." Kita perlu berbangga untuk hasil yang kita raih sejauh ini, kita bangga karena dari empat tim pada babak semifinal cuma desa kita yang tidak menggunakan pemain pemain bayaran dari luar desa, ujar bapak Ansel.
Pelatih Irwanto Ismail juga memberikan dukungan kepada para pemain agar harus bisa mengakui kelebihan lawan dan belajar dari kelebihan lawan." Kita harus bisa belajar dari hasil yang kita raih untuk bisa lebih baik lagi, ujar Irwanto.