You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Podenura
Logo Desa Podenura
Desa Podenura

Kec. Nangaroro, Kab. Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI DESA PODENURA,KECAMATAN NANGARORO,KABUPATEN NAGEKEO ,PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

PENANAMAN RATUSAN ANAKAN BAMBU UNTUK KONSERVASI SUMBERDAYA AIR DI DESA PODENURA

SELVIANUS WAKA 16 Maret 2024 Dibaca 380 Kali
PENANAMAN RATUSAN ANAKAN BAMBU UNTUK KONSERVASI  SUMBERDAYA AIR DI DESA PODENURA
Setiap makhluk hidup membutuhkan air bagi kelangsungan hidup dan kehidupannya. Alam menyediakan air bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Namun seringkali kita lupa menjaga kelestarian sumberdaya air. Akibatnya, kita menjadi gelisah dan khawatir karena air yang sebelumnya tersedia dengan baik, perlahan mengalami penyusutan . Padahal jumlah manusia yang membutuhkan air terus mengalami pertumbuhan.
Warga Desa Podenura termasuk salah satu kelompok masyarakat yang mengalami hal tersebut dimana salah satu Mata Air yaitu Mata Air Dowo Ae Petu yang melayani pasokan air bersih untuk masyarakat desa Podenura dan juga beberapa wilayah desa tetangga seperti desa Riti,Kotodirumali dan Tonggo  sering mengalami persoalan.Pasokan air di wilayah desa Podenura dan sekitarnya terkadang mengalami persoalan kerusakan pada mata air akibat bencana banjir saat musim hujan dan juga tanah longsor dan untuk menyelamatkan sumberdaya air adalah dengan menanam pohon.
Karena didesak oleh keadaan lingkungan yang terus memburuk, mereka kemudian berinisiatif untuk melakukan gerakan penanaman pohon. Mereka bersepakat menanam pohon bambu di sempadan sungai sekitar Kaptering Mata Air. Barangkali kita bertanya, mengapa harus pohon bambu? Bukankah masih banyak jenis pohon kayu yang lumrah digunakan untuk tujuan yang sama? Pilihan untuk menanam pohon bambu ternyata bukan pilihan tanpa pertimbangan yang kuat. . Ada beberapa alasan yang mendasarinya, antara lain:
Selain memiliki keunggulan untuk memperbaiki sumber tangkapan air yang sangat baik, sehingga mampu meningkatkan water storage (cadangan air bawah tanah)   secara nyata, maka pertimbangan menggunakan bambu sebagai tanaman konservasi adalah karena bambu merupakan tanaman yang mudah ditanam serta memiliki pertumbuhan yang sangat cepat, tidak membutuhkan perawatan khusus, dapat tumbuh pada semua jenis tanah, tidak membutuhkan  investasi besar,   sudah  dewasa  pada  umur  3  –  5 tahun dan dapat dipanen setiap tahun tanpa merusak rumpun serta memiliki toleransi tinggi terhadap gangguan alam  dan kebakaran.
Tanaman bambu mempunyai sistem perakaran serabut dengan akar rimpang yang sangat kuat, meskipun berakar serabut pohon bambu sangat tahan terhadap terpaan angin kencang. Perakarannya tumbuh sangat rapat dan menyebar ke segala arah, serta memiliki struktur yang unik karena terkait secara horizontal dan vertikal, sehingga  tidak mudah  putus  dan  mampu  berdiri  kokoh  untuk menahan erosi dan tanah longsor di sekitarnya, disamping itu lahan di bawah tegakan bambu menjadi sangat stabil dan mudah meresapkan   air.           
Dengan   karakteristik   perakaran   seperti   itu, memungkinkan tanaman ini menjaga sistem hidrologis yang menjaga ekosistem    tanah  dan  air, sehingga  dapat  dipergunakan  sebagai tanaman konservasi. Bambu juga tahan kekeringan dan bisa tumbuh baik di lahan curam,  sehingga bambu mempunyai potensi untuk menahan longsor. Walaupun kadang-kadang dijumpai banjir atau tanah longsor yang menghanyutkan rumpun bambu. Itu bisa terjadi pada rumpun bambu yang tumbuh soliter (rumpun tersendiri).
Kalau bambu ditanam   berderet   menyerupai   teras   pada sebuah   lereng   dan membentuk sabuk gunung, dimana akar bambu akan saling terkait dan mengikat antar rumpun, maka kekuatannya sangat luar biasa. Rumpun bambu berikut serasah di bawahnya juga mampu menahan top soil hingga tidak hanyut tergerus airhujan.Sehinggakemampuan   tanaman   bambu   untuk   mencegah   erosi   maupun longsor dapat diandalkan.
Program penanaman pohon bambu yang dicanangkan oleh Pemerintah desa Podenura tersebut mendapat dukungan dari  Yayasan Bambu Lestari melalui program  Konservasi Mata Air Dengan Bambu Sebagai Upaya Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim yang dikembangkan di beberapa lokasi. Pemerintah desa Podenura mendaptakan dukungan berupa penyediaan anakan bambu secara gratis yang sebelumnya dibudidaya oleh Yayasan.
Kegiatan penanaman anakan bambu yang dilaksanakan pada Sabtu (16/03/2024) dihadiri Perwakian Yayasan Bambu Lestari  melalui Koordinator Kabupaten Nagekeo Juruslan Dj.R.Ndima ,Faslitator Desa Maria Eufronia Mame ,Pemerintah desa Podenura serta masyarakat setempat.Pada kegiatan tersebut sebanyak ratusan anakan bambu ditanam disekitar kaptering mata air Dowo Aepetu .Penamanan anakan bambu ini diharapakan bisa mengatasi kerusakan pada kaptering akibat banjir dan juga tanah longsor
 
 
Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2026 Pelaksanaan

APBDes 2026 Pendapatan

APBDes 2026 Pembelanjaan